Catatan Ibu
My facebook (Tafsir Alam)
Dalam pelukan kasih sayang, dalam pengaharapan tak bertepi, dalam lautan air mata ketulusan, dalam doa-doa yang berhembus diterbangkan udara Adalah dirimu Kasih peilta jiwa ibu.
Seseorang yang slalu menghangatkanku, bersedia membagi hidupnya, Wanita itu adalah Ibuku, Seorang wanita yang terbaik anugerah dari Tuhan. Sebuah Tempat naunganku akan kerinduan akan cinta dan akan kasih sayang.
Saat ini aku pandang wajahnya diwaktu tidur, terdapat sinar yang penuh dengan kelembutan, kesabaran, kasih sayang sebuah sinar kelelahan karena aku sang anak. Jasanya tiada terbalas, tiada terbelikan, tiada akhir dan terlukis indah didalam surga.
Kita semua dilahirkan ke dunia ini melalui seorang perempuan yang dipanggil
ibu. Renungkanlah sejenak apa saja yang tlah kita lakukan untuk membalas untuknya. Setidaknya peluk dan ciumlah ia “Kasihnya itu bagai jalan yang tak berujung”
Ia menasehatiku bahwa dalam setiap persahabatan, pertalian kasih, ada kebahagiaan yang lebih dari sekedar perasaan senang
Ibu, Engkaulah segenggam kemewahan disetiap kesengsaraan, setetes air hujan disaat dahaga menyerang tenggorokan, cahaya bintang yang tak kan hilang ditelan kegelapan, engkaulah yang membuat aku tahu dan mengenal akan arti bahagia
Anak ku, Bila cinta adalah nafas, aku ingin hidup denganmu seabad. Bila cinta adalah keindahan, aku ingin slalu memandangmu. Bila cinta adalah air mata, aku akan slalu tetap tersenyum agar engkau tahu Ibu sangat tulus mencintaimu.
“Ku lakukan yang terbaik yang ku bisa, ku relakan tubuh ini kering, ku tak pernah pikirkan diriku, begitu aku mencintaimu, begitu aku menyayangimu sepenuh hatiku walau tak sempurna
Cinta sebenarnya tidak buta. Cinta adalah sesuatu yang murni, luhur dan diperlukan. Yang buta adalah bila cinta itu menguasai dirimu tanpa suatu pertimbangan.
Ibu
Ibu merupakan kata tersejuk yang dilantunkan oleh bibir – bibir manusia. Dan Ibuku merupakan sebutan terindah.
Kata yang semerbak cinta dan impian,
manis dan syahdu yang memancar dari kedalaman jiwa.
Ibu adalah segalanya.
Ibu adalah penegas kita dikala lara,
impian kita dalam sengsara,
rujukan kita di kala nista.
Ibu adalah mata air cinta,
kemuliaan, kebahagiaan dan toleransi.
Siapa pun yang kehilangan ibunya,
ia akan kehilangan sehelai jiwa suci
yang senantiasa merestui dan memberkatinya.
Alam semesta selalu berbincang dalam bahasa ibu.
Matahari sebagai ibu bumi yang menyusuinya melalui panasnya.
Matahari tak akan pernah meninggalkan bumi
sampai malam merebahkannya dalam lentera ombak,
syahdu tembang beburungan dan sesungaian.
Bumi adalah ibu pepohonan dan bebungaan.
Bumi menumbuhkan,
menjaga dan membesarkannya.
Pepohonan dan bebungaan adalah ibu yang tulus
memelihara bebuahan dan bebijian.
Ibu adalah jiwa keabadian bagi semua wujud.
Penuh cinta dan kedamaian.
















